Mengapa Ia Takut Gagal


cosmopolitan.co.id

Mau tahu mengapa pria ini kerap kali “ketinggalan kereta”, baik soal karier maupun cinta. Yuk, intip cara menghadapi mereka!

Padahal si dia punya kesempatan untuk dipromosikan menjadi manajer. Tapi kenapa justru rekannya yang berhasil mendapatkan promosi itu? Sudah batal dipromosikan, hubungannya dengan Anda juga tak ada kemajuan. Masa pacaran yang sudah lebih dari delapan tahun tak juga membuatnya tertarik mengajak Anda ke pelaminan. Kalau sudah begini, orang tua Anda akhirnya meragukan keseriusannya. Bagaimana tidak, setiap kali ditanya soal pernikahan, ia cuma bisa menjawab, “mungkin tahun depan ya, Tante.” Ada apa ya, dengan pria ini?

Cari Aman
“Saya tidak suka berurusan dengan konflik. Jadi, sebisa mungkin saya menjauh dari hal-hal seperti itu,” ujar Nanda, seorang bankir yang Cosmo tanyai pendapatnya. Namun Nanda tidak terima jika disebut lame. Baginya, rezeki itu sudah ada yang mengatur. Sehingga ia tak perlu pusing harus berjibaku dengan rekannya sendiri untuk mendapatkan pujian atas pekerjaan yang ia lakukan. “Toh, jabatan saya sekarang sudah cukup bagus,” sambungnya. Sikap Nanda ini dibenarkan oleh teori yang disampaikan William R. Hazzard, M.D., ketua Department of Internal Medicine di Bowman Gray School of Medicine of Wake Forest University, Winston-Salem, North Carolina. Menurut penelitiannya, pria memang memiliki naluri berkompetisi lebih rendah dibanding wanita. “Itu sebabnya, mereka memiliki usia lebih singkat daripada wanita,” ujarnya.

Sayangnya pria jarang yang mengetahui fakta ini. Karena penelitian William juga membuktikan bahwa memiliki sifat ambisius terhadap hal apapun justru memperpanjang usia Anda, lho! Tak heran kan, jumlah wanita menjadi lebih banyak sekarang ini? Nah, sudah menjadi tugas Anda sebagai pasangan untuk memotivasi sang pria pilihan yang kebetulan sulit bersaing ini, agar ia mulai berani berkompetisi di tempat kerjanya. Sesekali katakan padanya, “Anak-anak kita nanti pasti akan bangga punya ayah seorang petinggi di perusahaan besar. Makanya kamu rajin bekerja ya, Sayang..”

Takut Risiko
Suatu hari Bob Sadino, seorang enterpreneur terkenal mengatakan, “Lebih baik jadi orang tak berpendidikan. Karena biasanya, orang yang pendidikannya tinggi selalu berhati-hati saat melakukan sesuatu. Jangankan memulainya, belum apa-apa sudah memerhitungkan ruginya.” Bagi sang pengusaha ini, menjadi orang yang tidak tahu apa-apa justru membuatnya berani melangkah. “Karena saya tidak tahu risikonya, makanya saya berani memulai untuk melakukan sesuatu, hingga saya bisa sukses seperti ini,” lanjutnya. Memiliki ketakutan akan kegagalan tidak akan membuat bergerak ke mana-mana. Inilah yang sering dilupakan pria. Imej mereka sebagai sosok kuat menjadikan mereka takut salah langkah. Mereka ngeri jika yang mereka usahakan gagal, akan merusak imejnya. Padahal, what doesn’t kill you, makes you stronger. Betul, kan?

Butuh Kesabaran
“Heran, sudah pendekatan selama enam bulan, dia tak juga menyatakan perasaannya. Sebenarnya dia suka nggak, sih?” curhat seorang pembaca Cosmo. Sayangnya Cosmo tak bisa kasih jawaban atas pertanyaan itu. Namun, untuk pria seperti ini, Anda memang perlu kesabaran ekstra. Bisa jadi, pria ini memang menyukai Anda, namun tidak berani mengatakannya. Jangan salah, zaman memang sudah maju, tapi tidak berarti pria menjadi makin peka atas ketertarikan Anda padanya. Dan Anda juga harus terima bahwa masih ada pria-pria seperti ini. Anda tidak tahu kan, bahwa ia pernah punya pengalaman tidak mengenakkan, bahkan memalukan soal penolakan yang ia terima dari seorang wanita sebelum Anda? Apalagi usahanya ia anggap sudah maksimal. Jika dengan usaha seperti itu masih sulit menaklukkan si wanita, harus bagaimana lagi memulai kembali untuk mendekati wanita lain? Ya, Anda! Sudah pasti hal itu memengaruhi pandangannya tentang cara mendapatkan pasangan.

Intinya, ia menjadi jauh lebih berhati-hati dalam mendekati kaum Hawa. Jika ini masalahnya, coba beranikan diri untuk mengajaknya duluan pergi berdua. Tunjukkan lebih jelas bahwa Anda menyukainya. Tak perlu langsung mengutarakan perasaan. Anda bisa mulai dengan lebih sering menunjukkan kepedulian Anda padanya. Atau cobalah ungkapkan bahwa Anda nyaman berada di sampingnya. Karena pada dasarnya pria senang jika berhasil menyenangkan Anda. Namun jika setelah itu ia tak juga menyatakan perasaannya, berarti ia hanya merasa nyaman berteman dengan Anda. Atau jika bukan itu pula alasannya, maybe he’s just really lame.

This entry was posted in Tips&Trik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s