Janji Yang Harus Ditepati


cosmopolitan.co.id

Promise is a promise. Sayangnya, sebagian pria tak menganggap janji sebagai hal yang serius. Bisa jadi karena ada hal-hal tak terduga yang bikin janji terpaksa tak ditepati. Well, ini tidak berlaku pada wanita. Sebaiknya pikir masak-masak sebelum janji-janji berikut diucapkan.

“Saya Telepon Sebentar Lagi”
Saat sedang menelepon kekasih, tiba-tiba perut Anda keroncongan. Anda katakan akan meneleponnya kembali setelah selesai makan. Tapi, selesai makan, bukannya menelepon si dia, Anda malah seru sendiri di depan TV. Sementara ia masih duduk di depan telepon, sambil harap-harap cemas apa yang sedang Anda lakukan. “Saat berkata akan menghubunginya lagi, ia memperkirakan Anda akan meneleponnya dalam waktu kurang lebih lima menit,” ujar psikoterapis Robert Mark Alter, pengarang buku It’s (Mostly) His Fault. Jika dari awal Anda sudah tahu tak akan langsung mengabari, katakan terus terang.

“Biar Saya yang Memperbaikinya”
Semua orang tahu, bahwa Anda pria yang luar biasa sibuk. Memang sih, banyak hal penting lain yang harus dikerjakan daripada memperbaiki wastafel si dia yang bocor. Masalahnya, saat ia meminta bantuan, Anda mengiyakan permintaannya. Ia akan menghitung hari sampai wastafelnya selesai Anda perbaiki. “Wanita zaman sekarang mandiri, dan tidak begitu suka memohon untuk meminta bantuan, ujar Bobbie Reid, pengarang buku Clueless. Maka ketika Anda ingkar janji, ia akan makin mengganggu. Lain kali, katakan terus terang bahwa pekerjaan Anda menumpuk, tapi Anda akan melihat kerusakannya, setelah pekerjaan selesai, atau bantu menelpon tukang. Beres, kan?

“Kita Harus Ke Sana!”
Biasanya tiap kali kencan, wanita yang lebih aktif menentukan tempat kencan. Makanya, saat melihat tempat seru yang cocok untuk berakhir pekan bersama si dia, jangan sembarangan mengucap kalimat yang bisa membuatnya sumringah karena lepas dari tugas reservasi. Ketika mendengar celetukan Anda, ia akan menganggap Anda mengucapkannya dengan sungguh-sungguh, jadi jangan heran jika ia marah besar saat Anda tak kunjung mengajaknya ke tempat yang dijanjikan.

“Saya Jemput Pukul 7, Ya!”
Wanita memang tak selalu tepat waktu tiap kali Anda menjemput. Tapi, tetap saja tak ada salahnya jika Anda datang di waktu yang disepakati. “Datang terlambat bisa membuatnya merasa Anda tak semangat menemuinya,” ujar Reid. Jika Anda tepat waktu, siapa tahu ia jadi tak enak hati berlama-lama di depan meja riasnya.

This entry was posted in Tips&Trik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s