Faktor-faktor yang mempengaruhi altruisme


a. Faktor kepribadian

Satow (Sears dkk,1994) mengamati bahwa orang yang mempunyai tingkat kebutuhan yang tinggi untuk diterima secara sosial, lebih cenderung menyumbangkan uang bagi kepentingan amal dari pada orang yang mempunyai tingkat kebutuhan rendah untuk diterima secara sosial, tetapi hanya  bila orang lain menyaksikan

b. Faktor personal dan situasional

Trivers (Sears dkk,1994). Faktor personal dan situasional sangat mungkin berpengaruh dalam perilaku menolong, seseorang lebih suka menolong orang yang disukainya, memiliki kesamaan dengan dirinya dan membutuhkan pertolongan, faktor–faktor diluar diri suasana hati, pencapaian reward pada perilaku sebelumnya dan pengamatan langsung tentang derajat kebutuhan yang ditolong .

c. Hubungan sosial

Feldman, Tucher (Sears dkk,1994). Dari pengalaman sehari-sehari kita lebih suka menolong teman dekat atau orang-orang yang satu kelompok dengan kita  dari pada orang asing atau orang-orang yang baru kita temui.

d. Nilai-nilai agama dan moral

London (Sears dkk,1994). Faktor lain yang mempengaruhi seseorang untuk menolong  sanggat tergantung dari penghayatan terhadap nilai-nilai agama dan moral yang mendorong seseorang dalam melakukan pertolongan .

e. Tanggung jawab

Bickman (Sears dkk,1994).  Besarnya tangung jawab, hal ini berkaitan dengan kesadaran dalam diri seseorang bahwa dirinya adalah bagian dari sebuah komunitas masyarakat yang mengharuskan dirinya untuk berkerja sama dengan orang lain.

f. Latar belakang keluarga

Campbell (Sears dkk,1994). Latar belakang keluarga juga sanggat berpengaruh dalam terbentuknya perilaku menolong, seorang anak yang dibesarkan dalam sebuah keluarga yang altruistik tinggi, akan mempengaruhi anak–anak untuk berperilaku altruistik seperti yang didapat di keluarga.

g. Suasana hati

Isen, Clark, & Schwartz (Sears dkk,1994). Suasana hati positif (positif mood) dapat mempengaruhi individu dalam  perilaku menolong

h. Norma timbal balik

Walster, Berscheid (Sears dkk,1994). Norma timbal balik mengharuskan orang melakukan perbuatan menolong atau membantu  dikarenakan rasa balas jasa karena pernah di tolong .

This entry was posted in Psikologi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s