Pengertian Altruisme


Menurut Walstern, dan Piliavin (Deaux, 1976). Perilaku altruistik adalah perilaku menolong yang timbul bukan karena adanya tekanan atau kewajiban, melainkan tindakan tersebut bersifat suka rela dan tidak berdasarkan norma–norma tertentu, tindakan tersebut juga merugikan penolong, karena meminta pengorbanan waktu, usaha,uang dan tidak ada imbalan atau pun reward dari semua pengorbanan .

Definisi lain menyebutkan bahwa altruisme adalah tindakan suka rela yang dilakukan oleh seseorang atau pun kelompok orang untuk menolong orang lain tampa mengharapkan imbalan apa pun, kecuali mungkin  perasaan telah melakukan perbuatan baik. Sears dkk,(1994) dengan defenisi ini, apakah suatu tindakan altuistik atau tidak, tergantung pada tujuan penolong, orang yang tidak dikenal mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menolong korban dari mobil yang terbakar, dan menghilang begitu saja, merupakan tindakan altruistik, lebih lanjut dijelaskan perilaku altruistik adalah salah satu dari sisi sifat manusia dengan rela untuk berbuat sesuatu untuk orang lain, tanpa berharap mendapatkan imbalan apa pun, sebaliknya egoisme mengunakan kepentingan sendiri diatas kepentingan orang lain untuk mengejar kesenagan.

Ajaran islam altruisme merupakan tindakan untuk menolong orang lain secara iklas karena islam menilai kebaikan dan perbuatan seseorang berdasarkan keiklasan untuk mengharapkan ridho Allah swt, sehingga setiap amal yang dilakukan hanya semata-mata karena Allah swt, menafkahkan harta ditetapkan sebagai perbuatan baik, dan berpahala besar sebap sanggat bermanfaat untuk orang banyak, tindakan yang dilakukan seperti ini merupakan manifestasi dari bentuk kesolehan sosial.(Tasmara, 2001).

Setiap muslim harus berusaha memberikan kontribusi dan peran nyata yang bermanfaat sehingga menjadikan kehidupan di dalam masyarakat sebagai kesempatan untuk mengaktualisasikan diri, Rasulullah  saw bersabda bahwa.

“  Sebaik – baiknya manusia adalah yang lebih bermanfaat bagi manusia yang lain “ (H-R Thabrani ).

Sebagai mahluk sosial, seorang muslim diperintahkan untuk memberikan pertolongan dan bantuan kepada sesama .

Terdapat kesamaan kesimpulan   Menurut Leeds (Staub, 1978) bahwa suatu tindakan yang dapat dikatakan altruisme apa bila memenuhi tiga kriteria yaitu:

  1. Hasilnya baik bagi penolong maupun yang ditolong
  2. Tindakan tersebut dilakukan secara sukarela tindakan tersebut dilakukan  atas dasar empati bukan karena paksaan
  3. Tindakan itu bukan untuk kepentingan diri sendiri, karena tindakan  tersebut mengandung resiko tinggi pelaku, pelaku tidak mengharapkan imbalan materi, tidak untuk memperoleh persahabatan dan keintiman

Kesimpulannya bahwa prilaku altruisme adalah tindakan diberikankan atau ditujukan  pada orang lain dan memberi manfaat  secara positif bagi orang lain atau orang yang dikenai tindakan tersebut dan dilakukan suka rela tampa mengharapkan imbalan apa pun, atau hanya sekedar untuk persahabatan, sikap ini tidak berdasarkan tekanan atau norma bahkan sikap ini dapat merugikan bagi sipenolong.

This entry was posted in Psikologi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Pengertian Altruisme

  1. asriMKSR says:

    z agak bingung….
    altruisme saat mengharapkan ridho Allah bukankah itu juga mengharapkan imbalan????

    bgmn sbenarnya itu tidak mengharapkan imbalan??? imbalan apa yang dimaksud???

    mohon penjelasannya…

    • miklotof says:

      Sama aja boong. . . dalam konteks ikhlas yang saya tahu juga begitu permasalahan umumnya. . . menurut saya harusnya tanpa harapan atau mengharapkan apapun entah dari orang yang kita bantu, orang yang tau kalau kita membantu, ataupun siapasaja itu, dari manusia, hewan, tumbuhan atau yang lainya….tidak terkecuali Tuhan YME. . . entah itu berharap mendapatka barang yang real/ nyata ataupun yang tidaknyata seperti pengakuan dan pandangan/penilaian masyarakat. menurut saya mengharapkan imbalan pahala juga termasuk didalamnya……………………..mohon maaf kalu ada kata2 yang kurang berkenan dihati anda………. trimakasih……

      • Hana says:

        Setuju dengan miklotof, prilaku altruisme memang tidak mengharapkan imbalan apapun titik. Kalo soal Allah memberikan imbalan itu adalah nilai plus yang kita dapatkan dengan sendirinya mengikuti.

      • jack says:

        yg pnting kan ikhlas nya…….. masalah balasan nya ,anggap aja bonus dari tuhan……

  2. Lujo says:

    Kalo di Indonesia ada banyak kn?

    Dulu wkt dpn rumahku ada galian pipa yg blum ditutup smpurna, ada mobil yg terjembap masuk. Org2 yg berseliweran di jalan banyak g langsung nolong berkotor-kotor cari kayu, batu dll. Padahal wkt itu pas malem jm 7an..
    Nah, wkt mobil udah trangkat, orang2 lsg pergi..

    Hp ku prnah jatuh waktu naik motor (hp hebat, g pecah), aku g sadar bahkan sampe d rumah. Ujug2 ada orang permisi masuk rumah ngasih hpku yg jatuh. Itu prtama & trakir kalinya aku ktemu sm orang itu..

    Altruisme itu gerakan reflek g sih?

  3. Hana says:

    LUJO naah cerita mas itu namanya altruisme. Altruisme adalah prolaku menolong yang tujuannya untuk mensejahterakan orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun.

    Beda dengan prososial yaitu perilaku menolong tujuannya sama mensejahterakan orang lain hanya saja dengan berbagai niat, entah itu mengharapkan imbalan sampai yang tidak mengharapkan imbalan apapun.

    Prilaku altrusme termasuk didalam prilaku prososial.

  4. Pingback: TATA NILAI PERAWAT : CARE, EMPATY, ALTRUISM | Personality Tita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s