Persepsi


Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan. Sedangkan penginderaan merupakan suatu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat penerima yaitu alat indera. Stimulus yang mengenai alat individu tersebut kemudian diorganisasikan, diinterpretasikan, sehingga individu menyadari tentang apa yang diinderanya itu (Walgito, 1978: 53).

Persepsi seseorang selalu didasarkan pada aktifitas kejiwaan berdasarkan rangsang yang diterima oleh inderanya. Disamping itu persepsi juga didasarkan pada pengalaman dan tujuan seseorang pada saat terjadi persepsi. Hal senada juga dikatakan bahwa persepsi adalah suatu pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan mengumpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Organisme dirangsang oleh suatu masukan tertentu (objekobjek dari luar, peristiwa dan lain-lain) dan organisme itu merespon dan menggabungkan masukan itu dengan salah satu kategori objek-objek atau peristiwa-peristiwa.

Objek disekitar kita, kita tangkap dengan alat indera dan diproyeksikan pada bagian-bagian tertentu diotak, sehingga kita dapat mengamati objek tersebut. Sebagian besar tingkah laku dan penyesuaian diri individu ditentukan oleh persepsinya. Individu berbuat tersebut menanggapi suatu hal itu dengan persepsinya. Jadi yang membuat orang lain bahagia atau sengsara dikarenakan persepsi dan sikap dirinya tentang kejadian diluar dirinya.

Teori diatas diperjelas bahwa persepsi merupakan proses aktif, dimana yang memegang peranan bukan hanya stimulus yang mengenai, tetapi juga individu sebagai kesatuan dengan pengalaman-pengalaman (Walgito, 1986: 11- 12).

Individu dalam melakukan pengamatan untuk mengatakan rangsang yang diterima, agar proses pengamatan tersebut terjadi, maka perlu obyek yang diamati, alat indera yang cukup baik dan perhatian. Itu semua merupakan langkah-langkah sebagai suatu persiapan dalam pengamatan yang ditujukan dengan tahap demi tahap, yaitu tahap pertama merupakan tahapan yang dikenal dengan proses kealaman atau proses fisik, merupakan proses ditangkapnya stimulus oleh alat indera manusia. Sedangkan tahap kedua adalah tahap yang dikenal orang dengan proses fisiologi merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh persepstor keotak melalui syaraf-syaraf sensorik, dan tahap ketiga dikenal dengan proses psikologi merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima oleh persepstor.

Persepsi merupakan dinamika yang terjadi dalam diri individu disaat ia menerima stimulus dari lingkungan dengan melibatkan panca indera dan aspek kepribadian yang lain. Dalam proses persepsi, individu mengadakan penyeleksian apakah stimulus itu berguna atau tidak baginya, serta menentukan apakah yang terbaik untuk dilakukan.

This entry was posted in Psikologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s