Category Archives: Islam
MANUSIA DALAM KONSEP FILSAFAT IBN SINA
Dr. M. Sa’ad Ibrahim, M.A. Abstrak: Menurut Ibn Sina manusia pada tahap fenomenal terdiri dari jasad dan nafs. Korelasi antara nafs dan jasad bersifat interaksionis, dalam arti masing-masing saling memerlukan. Hanya saja jika nafs telah menjadi sedemikian kuat, ia dapat … Continue reading
MAJLIS TARJIH DAN PENGEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM: MANHAJ DAN APLIKASINYA
Dr. M. Sa’ad Ibrahim, M.A. Bismillah al-Rahman al-Rahim A. Pendahuluan Sebagai sebuah organisasi Islam yang sangat besar, Muhammadiyah banyak menarik minat orang. Latar belakang ketertarikan tersebut bermacam-macam dari yang bersifat ideologis, sampai yang bercorak pragmatis, dari yang sakral sampai yang … Continue reading
LATAR BELAKANG MOTIVASI AL-QUR’AN TERHADAP USAHA PENELITIAN ILMIAH DI BIDANG HUKUM
Dr. M. Sa’ad Ibrahim, M.A. BAB I PENDAHULUAN A. Penegasan Judul Risalah ini berjudul : “Latar Belakang motivasi AL-Qur’an terhadap usaha penelitian ilmiyah di bidang hukum” dengan suatu penegasan sebagai berikut: “Latar belakang” berarti : dasar suatu tindakan[1], motivasi berarti … Continue reading
PERAN ULAMA DALAM MENGGERAKKAN PEREKONOMIAN
Dr. M. Sa’ad Ibrahim, M.A. I Berdasarkan surat Fathir ayat 27, 28, 29 disimpulkan bahwa ulama ialah mereka yang memiliki perhatian serius terhadap fenomena alam dan fenomena sosial, dapat menjelaskan, dan mampu memahami hal-hal tersebut sebagai ciptaan dan ayat-ayatNya yang … Continue reading
WILAYAH KEILMUAN PENELITIAN DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM
Dr. M. Sa’ad Ibrahim, M.A. Bismillah al-Rahman- al-Rahim. A. Pendahuluan Di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) terdapat tiga kategori nama, sekaligus menunjuk tingkat atau keluasan otoritas bidang kajian, yaitu sekolah tinggi, institut, dan universitas. Sekalipun demikian ketiga-tiganya biasanya diterjemahkan … Continue reading
TINJAUAN TERHADAP BUKU G.J. RESINK RAJA DAN KERAJAAN YANG MERDEKA DI INDONESIA (1850-1910)
Dr. M. Sa’ad Ibrahim, M.A. I. PENDAHULUAN Sejarah sebagai suatu rekonstruksi masa lampau di samping tetap saja diperlukan, juga memiliki keterbatasan-keterbatasan. Diperlukan karena sejarah adalah “proses ke arah tercapainya Kemanusiaan (Manscheit) yang tertinggi”[1] seperti dikatakan oleh Herder. Bahkan sekalipun sejarah … Continue reading
